Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden SBY. (tempo.co)
Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden SBY. (tempo.co)

[dropcap]A[/dropcap]da-ada saja yang terjadi di kala seseorang sedang berpidato. Entah itu microphone tak nyala, suara kurang keras, hingga naskah pidato tak terbaca. Kondisi tak disengaja tersebut pastinya sering dialami oleh seseorang yang berpidato di depan umum.

Hal tersebut pun harus dialami oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat membacakan pidatonya di depan rakyat Indonesia dan disiarkan secara langsung di media televisi nasional. Saat asyik membaca pidato, naskah pidatonya ada yang hilang. Lho?

“Halaman 14-nya ada yang hilang ini,” tukas SBY spontan, ketika sedang berpidato mengenai APBNP dan kenaikan harga BBM, di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (31/3) malam.

Sontak, keadaan pun hening seketika. SBY pun kebingungan mencari halaman naskah nomor 14 itu dan membolak-balikan naskah pidatonya. Setelah terdiam selama beberapa detik, pidato yang sedang membahas postur APBN tersebut, tak membuat SBY terlihat grogi. Dirinya langsung melanjutkan lagi pidatonya.

Seperti diketahui, malam ini sekira pukul 19.30 SBY mengadakan sidang kabinet bersama para menteri kabinet Indonesia Bersatu II di kantor presiden. Adapun mulai pukul 21.30 SBY membacakan pernyataan hasil sidang kabinet di Istana Negara. Pernyataan tersebut terkait membahas kenaikan harga BBM yang belakangan santer diberitakan.[okz]

Komentar