Demo Korban Konflik
Ratusan korban konflik berunjuk rasa di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (23/4). Massa menuntut dana pembangunan rumah, sebagai kompensasi atas rumah yang dibakar saat konflik dulu.(PIKIRAN MERDEKA/HERI JUANDA)

PM, Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Badan Reintegrasi Aceh (BRA) telah merilis aplikasi Sistem Informasi BRA (SIBRA) online. Peluncuran resmi dilaksanakan di Ruang Potensi Daerah Kantor Gubernur Aceh pada Kamis, 5 Oktober 2023.

Aplikasi SIBRA memiliki manfaat besar bagi para korban konflik yang mengajukan permohonan bantuan rehabilitasi kepada BRA. Dengan aplikasi ini, para pengaju proposal dapat secara online memeriksa progres proposal mereka, termasuk tahap verifikasi, status kelulusan, dan realisasi.

Muhammad Syukri, Kepala Sekretariat BRA, menjelaskan bahwa semua data korban konflik, termasuk mantan kombatan GAM dan tahanan politik yang pernah mengajukan proposal rehabilitasi sosial ke BRA, telah diinput dalam aplikasi ini.

“Setiap yang sudah mengajukan proposal bisa dicek secara online, jadi tidak perlu lagi datang dari kabupaten/kota untuk melihat status permohonan mereka apakah sudah diversifikasi atau tidak lolos,” ungkap Syukri.

Pemohon bantuan hanya perlu menginput nomor NIK di aplikasi ini untuk melihat perkembangan proposal mereka. Hal ini diharapkan akan meningkatkan efisiensi dalam pelayanan di sekretariat BRA dan memudahkan masyarakat serta mengurangi beban staf yang melayani.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Mawardi, menyambut baik inisiatif BRA dalam menghadirkan aplikasi ini. Menurutnya, digitalisasi adalah langkah penting dalam meningkatkan pelayanan pemerintah.

“Semoga pelayanan online ini bisa lebih cepat dan mudah, efektivitas pelayanan ini dapat dirasakan oleh semua pihak,” ujar Mawardi.