Unsyiah 640x323 1
Foto Ilustrasi: Gedung rektorat Universitas Syiah Kuala. (Ist)

PM, Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala akan memulai perkuliahan tatap muka pada 15 Februari 2021 mendatang. Keputusan ini berdasarkan Surat Edaran Rektor tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021.

Rektor Unsyiah, Prof. Samsul Rizal dalam keterangannya, Senin (4/1/2021) menjelaskan, keputusan kuliah tatap muka ini berdasarkan pertimbangan dari Surat Edaran Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kemendikbud tentang Penyelenggaraan Pembelajaran yang diterima Unsyiah.

Ada beberapa poin penting dalam surat edaran Rektor Unsyiah ini. “Di antaranya perkuliahan tatap muka ini hanya dilakukan oleh mahasiswa angkatan 2019 dan 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan. Sementara mahasiswa angkatan lain masih tetap dilaksanakan secara daring,” tuturnya.

Selama masa perkuliahan, Satuan Tugas Covid-19 juga akan melakukan sampling tes swab secara berkala di ruang kuliah. Apabila selama proses perkuliahan ini nantinya ditemukan ada yang terpapar Covid-19, maka kelas tersebut akan diberhentikan sementara sampai dalam kondisi aman.

Selain itu, khusus mahasiswa Unsyiah yang berasal dari luar Aceh, diharuskan untuk sudah tiba di Aceh 14 hari sebelum perkuliahan dimulai. Apabila mereka tiba di Aceh kurang dari 14 hari, maka mahasiswa tersebut harus dites swab.

Sementara itu, terkait pembelajaran berupa praktikum/kegiatan laboratorium serta sejenisnya, Unsyiah membolehkan untuk dilaksanakan secara tatap muka oleh semua angkatan.

“Namun demikian, kegiatan tersebut tetap harus menerapkan disiplin ketat protokol kesehatan,” tegas Samsul.

Rektor mengungkapkan, penerapan kebijakan ini akan terus disesuaikan dengan perkembangan kasus covid-19 di Aceh. Pihak kampus juga akan melakukan koordinasi dan meminta arahan dari Satgas Covid-19 Kota Banda Aceh dan Satgas Provinsi. (*)

Komentar