Teheran—Pemerintah Iran mengeksekusi mati pelaku pembunuhan ilmuwan nuklir Iran di Teheran, Selasa pagi waktu setempat. Pelaku dituduh bekerja untuk agen intelijen Israel, Mossad, dan mendapatkan miliaran rupiah atas pembunuhan tersebut.

Diberitakan Press TV, Majid Jamali Fashi, 24, dihukum gantung akibat pembunuhan Professor Massoud Ali Mohammadi. Fashi terbukti bersalah meledakkan bom yang diletakkan pada motor di depan kediaman Mohammadi pada Januari 2010.

Dalam pengadilan, Fashi terbukti pernah menerima pelatihan oleh agen Mossad di Israel. Dia juga dilaporkan menerima bayaran US$120.000 atau sekitar Rp1,1 miliar atas pembunuhan tersebut. Israel bungkam dalam menanggapi kasus ini.

Fashi juga mengaku memiliki dokumen perjalanan palsu di Bandara Heydar Aliyev di Azerbaijan untuk menuju Tel Aviv, Israel. Selain tuduhan pembunuhan, dia juga divonis mati pada Agustus tahun lalu akibat pengrusakan rumah warga dan kepemilikan narkoba.

Professor Mohammadi adalah ahli fisika Kuantum di Universitas Teheran. Dia adalah salah satu ilmuwan nuklir Iran yang terbunuh dalam beberapa tahun terakhir.

Negara Barat yang digawangi Amerika Serikat menuduh Iran tengah membuat senjata nuklir. Namun, Iran membantah dan mengatakan bahwa nuklir Iran untuk keperluan medis. Paling terancam adalah Israel yang mengatakan akan menyerang Iran jika program nuklir tidak dihentikan.[vvn]

Komentar