PM,Gayo Lues–Sebagian masyarakat Gayo Lues yang mengambil uang simpan pinjam dari pengelola PNPM Mandiri pedesaan enggan mengembalikan dana pinjaman mereka. Pasalnya, program PNPM telah berakhir dan tidak ada lagi di seluruh Indonesia.

Bupati Gayo Lues, H Ibnu Hasim, Jumat (28/08/2015) malam, saat membuka acara pelatihan penataan kampung di gedung Nusa Indah, mengatakan dana simpan pinjam perempuan dari PNPM wajib dikembalikan tanpa terkecuali. Menurut bupati, para petugas kampung harus menagih kembali kepada masyarakat atas dana yang sudah dipinjam.

“Saya juga pernah mendegar ada profokator di kampung yang katanya dana SPP (Simpan Pinjam Perempuan) tidak usah lagi dikembalikan, karena akan ada pemutihan. Ucapan itu sangat tidak betul sama sekali,” kata bupati.

Setiap kampung yang memiliki dana PNPM sebelumnya yang diperuntuhkan untuk pembagunan proyek fisik dan yang lainya, menurut Abnu Hasim, juga harus kembali didata untuk dikembalikan dananya kepada Pemkab Gayo Lues sebagai aset daerah.

“Petugas dari kampung dan kecamatan wajib menyampaikan laporan ini. Kalau ada warga yang tidak mau membayarnya nanti, itu harus dipaksa agar dibayar. Kita tidak boleh main-main dengan anggaran yang diberikan pemerintah pusat,” jelas Ibnu Hasim.

[PM004]

Komentar