Sinabang – Sebanyak 22 Bidan Desa (Bides) Pegawai Tidak Tetap (PTT)  disebarkan di 22 desa di Kabupaten Simeulue. Sesuai Surat Keputusan (SK) kontrak, para bidan ini akan bertugas selama tiga tahun, terhitung sejak tahun 2012 hingga 2014.

Penempatan tugas mereka hasil seleksi dan tes pada bulan Maret 2012  lalu yang diikuti oleh 74 orang lulusan dari berbagai akademi kebidanan.

“Diharapkan ke-22 Bides ini dapat memberikan pelayan maksimal kepada masyarakat, terutama menurunkaan angka kematian ibu saat melahirkan dan kematian anak, serta menurunkan prefalansi gizi buruk terhadap anak-anak,” kata Kasubag Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, Edi Rahman, Selasa (12/6).

Menurut Edi Rahman, sebelumnya Pemkab Simeulue juga telah menugaskan sebanyak 78 bidan PTT di sejumlah pustu dan polindes yang tersebar di delapan kecamatan yang ada di Simeulue.

Sementara, kuota bidan yang dibutuhkan, lanjut dia, sebanyak 141 orang dan dengan penambahan 22 bidan ini maka kekurangan kuota bidan di Simeulue tingga 41 bidan lagi.

“Ke-22 bidan ini telah menerima SK kontrak dengan masa tuga selama tiga tahun. Pada 2013 kita akan usulkan lagi 41 bidan agar kuota yang ditargetkan bisa tercapai sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan maksimal,” jelasnya.

Penjabat Bupati Simeulue, Nurman Daud Shamad mengharapkan agar bekerja lebih maksimal dalam melayani masyarakat dengan siap selama 24 jam di tempat tugasnya masing-masing. Begitu juga, bagi 78 bides PTT yang sudah lebih awal bertugas.

“Dengan penempatan 22 tenaga medis PTT itu, diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat lebih baik lagi. Bides harus siap 24 jam dalam melayani masyarakat. Tidak mau saya dengar ada bides tidak betah, lalu minta pindah tugas ke tempat lain. Sekali lagi saya katakan, saya tidak terima alasan itu lagi,” tegas Nurman ketika dihubungi Pikiran Merdeka, Selasa (12/6).[chm]

Komentar