Banda Aceh – Saat warga sedang terlelap pada malam 28 Ramadan. Desa Lam Lumpu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar dikejutkan datangnya angin puting beliung, Rabu (15/7).

Angin puting beliung terjadi dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, menyebabkan sebuah kubah masjid rusak parah, ada 3 unit rumah warga rusak, warung kopi, 2 bengkel dan toko bangunan. Warga sempat panik tetapi tetap berada dalam rumah masing-masing dengan mencari lokasi aman untuk berlindung dari reruntuhan material bangunan.

Angin puting beliung yang membuat warga panik terjadi selama 2 menit menghempas sejumlah bangunan. Warga bahkan mendengar suara hantaman reruntuhan atap rumah serta batu berterbangan.
Seorang saksi mata dan juga korban, M Nasir mengaku, saat terjadi angin puting beliung, melihat seng atap rumah, kayu dan bongkahan tembok berterbangan dibawa angin. Baru kemudian warga mengetahui banyak terjadi kerusakan setelah keluar rumah setelah puting beliung reda.

“Saya melihat seng dan kayu berterbangan, kami baru berani ke luar setelah angin berhenti,” katanya.

Dia mengaku bersama anaknya saat kejadian sedang tidur di kamar. Tiba-tiba suara angin kencang dan atap rumah miliknya berjatuhan. Seketika dia merangkul istri dan anaknya untuk menyelamatkan diri dan mencari tempat yang aman untuk berlindung.

“Kemudian langsung saya lihat tetangga saya juga berhamburan keluar rumah juga, langsung kami berbicang-bincang, ternyata tidak hanya rumah saya rusak,” sebutnya.

Hingga saat ini pemerintah setempat belum mengeluarkan data resmi jumlah bangunan yang mengalami kerusakan. Kendati demikian, warga setempat telah mencatat kubah masjid Baitul Magfirah rusak parah.

Tak ada korban jiwa pada saat kubah dihantam oleh angin puting beliung. Sebab, angin puting beliung datang setelah melaksanakan Salat Tarawih dan warga sudah kembali ke rumah masing-masing.

[ PM-001 ]

Komentar